Hadiqah Azhar, Taman Bunga Kota Kairo

Oleh: Zahra Silma

Hadiqah yang apabila di artikan ke dalam bahasa Indonesia bermakna taman. Kata taman dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti, kebun yang ditanami dengan bunga-bunga dan sebagainya (tempat bersenang-senang).

Lahan yang pada awalnya digunakan warga sebagai tempat pembuangan akhir ini telah disulap dengan begitu luar biasa menjadi taman paling indah. Keberadaan taman itu berhasil mentransformasi kawasan kumuh di tepi kota.
Taman atau Hadiqah Azhar ini, menjadi salah satu taman terluas dan paling banyak dikunjungi setiap harinya. Pengunjung taman ini sendiri, terdiri dari berbagai kalangan. Dimulai dari para kawula muda, keluarga besar, bahkan beberapa pasangan usia senja pun menghabiskan waktunya untuk sedikit rehat merasakan ketenangan yang selalu disuguhkan oleh Hadiqah Azhar ini.

Letaknya yang strategis dan mudah dijangkau, membuatnya memiliki cukup banyak pegunjung dari berbagai daerah dalam negeri hingga mancanegara. Terletak di samping Rumah Sakit Hussein yang memang bersebelahan pula dengan Universitas Al-Azhar Kampus Putra Distrik Darrasah dilanjutkan dengan Masjid ter-masyhur kota Kairo, Masjid Al-Azhar. Taman yang penamaannya sama seperti penisbatan Al-Azhar ini, berhadapan langsung dengan Gedung Masyikhah atau dalam pengertian bahasa indonesia bermakna kantor para masyayikh Azhar juga para dosen serta petinggi lembaga Al-Azhar As-Syarif.

Karena letaknya yang cukup strategis – tambahan, dekat dengan terminal – memungkinkan pula transpotasi dari berbagai tempat mudah kita temukan. Mulai dari Madinat Nasr dengan menggunakan Bus 80/ jurusan Hayy ‘Asyir – Darrasah atau 24Ų¬ jurusan Hayy Sabi’ – Darrasah dengan harga yang amat terjangkau, 4 le saja. Apabila berangkat dari distrik Downtown (kota lama Kairo) dapat menggunakan kendaraan mobil carry kecil jurusan Masjid Al-Azhar lalu sedikit berjalan ke arah barat.

Tiket masuk Hadiqah Azhar ini masih cukup terjangkau, sekalipun untuk kantong pelajar, menjadikan taman ini banyak digandrungi mahasiswa.
Tiket untuk hari-hari biasa, Ahad hingga Kamis seharga 15 le (Pound Mesir) per orang, sedangkan untuk hari libur, Jumat dan Sabtu, seharga 20 le.
Point utama dari taman ini adalah bersih dan rapi, serta menyajikan pemandangan yang indah, yang mana di penghujung tamannya terdapat danau dan pemandangan sekilas Masjid Benteng Sholahuddin Al-Ayyubi. Lalu hamparan rumput di sepanjang jalan, sejauh mata memandang. Tersedia pula kursi-kursi kayu panjang sepanjang jalan masuk taman. Beberapa yang membawa keluarga memilih piknik atau hanya sekedar jalan-jalan biasanya lebih senang membawa perlengkapan sendiri, seperti tikar atau karpet kecil yang mereka gunakan sebagai alas duduk di atas rumput dengan dilengkapi bekal makanan untuk selingan pembicaraan dan acara santai keluarga.

Selain hanya untuk sekedar bertamasya atau mencuci mata, taman ini juga sering digunakan untuk masisir mengadakan kegiatan dan pertemuan. Almamater, Afiliatif , Kekeluargaan juga PPMI sering kali memanfaatkan Hadiqah Azhar untuk event , outdoor, selain karena akses yang mudah dan banyak taman rerumputan luas juga bersih, juga keramahan penduduk Mesir yang selalu menyambut baik pengunjung taman ini. Bahkan beberapa memberanikan diri datang dan menyapa, sedikit basa basi yang ditutup dengan sesi foto bersama.
Lain lagi dengan pedagang yang menyediakan makanan dan minuman, terkadang menawarkan dagangannya secara cuma-cuma, ketika ditanya mereka akan menjawab sebagai pengganti ucapan selamat datang, dan doa semoga menikmati keindahan Mesir, begitu katanya. Beberapa yang lain lagi akan mengajak bermain bahkan bernyanyi bersama, saling berkenalan dan mengakrabkan diri. Menyenangkan bukan?

Beberapa pengunjung yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan menikmati keindahan taman ini tentunya kamera telepon genggam atau bahkan kamera berkualitas tinggi tak luput mereka bawa, dengan berbagai spot foto menarik di setiap sudut taman. Seperti air mancur, lapangan rumput yang luas menghijau, kumpulan pohon palm rindang yang menarik hati, beberapa pondok dan bangunan kecil yang sengaja dibangun untuk memperindah taman atau sebagai kafe penawar kebosanan. Dan yang tak boleh ketinggalan, Karena lokasi taman yang tidak terlalu jauh dengan Citadel atau Kastil Sholahuddin Al-Ayyubi, membuatnya memiliki background alami yang cukup menarik hati pengunjung untuk berfoto seakan-akan pernah menginjakkan kaki di dalamnya. Cukup memuaskan dan tidak mengecewakan.

Sebagai penyambut tamu, terdapat tiga pintu masuk yang tersebar di tiga lokasi yang berbeda. Pertama tentu saja terletak di gerbang utama, jalan raya menuju arah Sayyidah Aisyah, gerbang kedua terletak di dekat lokasi parkir kendaraan, samping Rumah Sakit Hussein, gerbang ini memiliki letak paling strategis, karena dekat dengan perempatan dimana banyak kendaraan umum bertemu, dan yang terakhir memiliki letak paling jauh, biasa dijangkau oleh penduduk yang bertempat tinggal di sekitar taman, terlebih bagian belakang taman yang memang langsung berhadapan dengan perkampungan warga.

Membayangkan tengah berjalan-jalan di tengah-tengah taman bunga, padang rumput nan luas, lalu berfoto dengan background Kastil Sholahuddin Al-Ayyubi sangat menarik. Untuk teman-teman yang suka akan ketentraman dan hendak melepas penat dengan cara yang sederhana, Hadiqah Azhar bisa menjadi destinasi utama.

Penyunting: Ambang Fajar Bagaskara