Egypt Student Information, Kairo — Egypt Student Information (ESI) mengaktifkan kembali website kepenulisan yang sudah vakum kurang lebih selama tiga tahun. Mulai tahun ini, media online Masisir terbaik versi PPMI Award tahun 2018 itu berencana memperluas kebermanfaatannya tidak hanya sebatas media informasi seputar talaqqi saja, tapi juga menjadi salah satu penggerak literasi melalui kehadiran website sekaligus meramaikan kembali dunia media Masisir.

Hal ini disampaikan langsung oleh Faruq Abdullah Alwin, Lc. selaku Ketua Umum ESI dalam sambutannya pada kumpul perdana pengurus ESI 2023/2024 pada Ahad kemarin, (25/2) di Sahah Syekh Muhammad Al-Qazzaz, Gamaliya.

“Pada periode kali ini, yang awalnya bernama ESI Talaqqi sekarang menjadi ESI saja. Yang awalnya hanya berfokus pada penyebaran info talaqqi, sekarang sudah meluas karena (adanya) website kepenulisan,” jelasnya.

Faruq juga menjelaskan bahwa sebab vakumnya website itu adalah datangnya pandemi virus Covid-19 di penghujung 2019 dan awal 2020, ditambah lagi dengan sudah banyaknya tim kepenulisan yang pulang ala tul ke Indonesia. Sehingga yang tersisa adalah ESI Talaqqi saja. Hingga di awal 2024 ini, ESI melakukan reborn dengan mengadakan open recruitment dengan tiga divisi, yaitu divisi info talaqqi, media, dan kepenulisan.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Rifqi Taqiyuddin, Pimpinan Redaksi yang akan menukangi proyek reborn website ESI kali ini. Ia menyampaikan bahwa website ESI mempunyai sejumlah potensi yang tidak dimiliki oleh media Masisir lainnya, seperti jumlah viewers yang stabil, corak media yang keislaman, dan lain sebagainya.

“Rasanya, sekarang belum ada lagi media Masisir yang fokus tulisan keislaman dan seputar info-info berbau kemesiran gitu, iya enggak? Rata-rata sekarang itu ya berita-berita acara yang kadang membosankan, atau esai-esai serius yang ditulis beberapa lembaga kajian. Makanya, ESI perlu hadir di bagian yang itu, apalagi website ini (ESI) masih dibaca oleh orang-orang sampai sekarang,” ujar Rifqi.

Tercatat juga ESI mempunyai aplikasi di smartphone yang mampu mengintegrasikan seluruh program ESI, mulai dari info kemasisiran, nasihat ulama, jadwal talaqqi, dan info beasiswa.

“Kemarin sempat sudah ada komunikasi dengan ustaz Yani, Founder ESI yang sudah di Indonesia. Insyaallah beliau siap membantu lagi dalam kehadiran aplikasi ESI,” jawab Rifqi saat ditanya mengenai aplikasi.

Reporter: Irfan Amrullah Prasetyo