Kairo-semafsialazhar.com Sabtu (3/11), Seminar Ilmiah Internasional yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah Islamiyah (SEMA -FSI) pada Sabtu (3/11) mengundang para pembesar serta beberapa dekan dari fakultas-fakultas Universitas Al-Ahar, Kairo. Acara yang dilaksanakan di aula Doktor Ibrahim Hamrusyi, Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar, Kairo dihadiri oleh peserta yang tidak hanya berasal dari Indonesiia, namun juga Mesir, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Turki, dan Spanyol. Seminar yang membahas mengenai Rahasia di balik metode pembelajaran di Universitas Al-Azhar ini, berhasil membuat aula dipenuhi oleh para mahasiswa yang dilanda rasa keingintahuan yang mendalam mengenai Al-Azhar dan metodenya, hingga memenuhi aula mewah tersebut yang berkapasitas 250 orang.

Wakil Dekan Fakultas Syari’ah Islamiyah, menyampaikan metode pembelajaran Universitas Al-Azhar pada awal sambutannya, “Metode yang digunakan Al-Azhar tidak akan keluar dari konsep wasathiy dan tasamuh sehingga kelak ilmu yang didapatkan setelah keluar dari sini bisa diterapkan dan diajarkan langusng ke masing-masing negara bahkan seluruh dunia, sehingga begitu banyak mahasiswa berdatangan yang berasal jauh dari luar Mesir hanya untuk Al-Azhar. Sehingga Mesir sendiri mendapatakan dua kenikmatan atas Nikmat Ahli Bait, dan Nikmat Al-Azhar”.

Narasumber yang turut hadir diantaranya adalah Dr. Abduh Ibrahim Ahmad (Dekan Fakultas Bahasa Arab), Dr. Abdul Hadi Tsabit Hasyim (Dosen Senior Ushul Fiqh), Dr Abdul Fattah Abdul Ghani Al ‘Awary (Dekan Fakultas Ushuluddin), serta Dr. Abdul Aziz (Wakil Dekan Fakultas Syari’ah Wal Qonun ) yang dipandu oleh Mahmud Sayyid Al Bana (Guru dan Pengajar Alqur’an di Darel Waseela) sebagai moderator.

“Dilaksanakannya seminar ini, tidak lain dan tidak bukan karena minimnya pengetahuan mahasiswa Universitas Al-Azhar itu sendiri dalam memahami metode yang digunakan Al-Azhar dalam proses pembelajaranya, maka adanya acara ini demi memahamkan kepada segenap mahasiswa local maupun interlokal terkait rahasia-rahasia metode pembelajarannya”, kata Kevin Damara selaku ketua SEMA-FSI saat sambutannya di awal acara.

Nawal Ulayya, merupakan mahasiswi tingkat awal Kulliyah Dirasat Islamiyah, Syu’bah Syari’ah Islamiyah mengaku bersyukur mengikuti seminar yang membahas tentang metode pembelajaran di Al-Azhar pada tahun pertamanya menduduki bangku perkuliahan, karena dapat memudahkannya untuk menyesuaikan cara belajarnya sendiri, hingga cara mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari, jelasnya saat dihubungi oleh kru media SEMA-FSI, Ahad (4/11)

Di akhir kegiatan, pengumuman pemenang lomba karya tulis ilmiah yang diadakan sebagai penunjang seminar ini, menuai antusias peserta yang tidak sabar mengetahui hasil jerih payah penyusunan makalah mereka. Juara satu diraih oleh Rizky Faridho Ahmad, Mahasiswa tingkat satu Syari’ah Islamiyah asal Indonesia, disusul oleh Mu’inuddin Ahmad, Mahasiswa tingkat satu Syari’ah Islamiyah asal Pakiistan, dan juara ketiga oleh Siti Nur Afiqah, Mahasiswi Syari’ah Islamiyah asal Malaysia.

“Kegiatan SEMA-FSI tidak akan berhenti dengan selesainya seminar ini, mendekati ujian termin satu kelak, senat akan membantu mahasiswa Syari’ah Islamiyah dalam bimbingan belajar demi mempersiapkan ujian dengan matang”, ujar Kevin Damara setelah berakhirnya acara.

 

Leave a Reply