Bekerja keras dalam keburaman takdir ternyata memang melelahkan. Berpakaian rapi setiap pagi, meracik minuman hangat, mematut diri di depan cermin, kemudian pergi sembari meyakinkan diri sendiri di sepanjang jalan. Bertemu satu demi satu kejadian, menyetarainya dengan harapan yang telah dibangun sepanjang malam, lalu pulang entah dengan bahagia atau kecewa.

Berusaha sepanjang hari untuk menemukan satu persatu puzzle perjalanan memang akan selalu berakhir dengan terjatuh dalam lelap. Itulah manusia; makhluk lemah yang tercipta dari tanah tapi selalu mencari keberadaan langit hanya untuk bermimpi bisa setinggi itu. Setiap harinya.

Kau memang telah berusaha siang-malam, namun keseriusanmu tidak pada kadar semestinya. Kau tinggikan cita dan mimpimu, tapi keseriusanmu tidak setinggi itu. Kemudian pada akhirnya hanya ada kelelahan tak bermakna.

Usaha diimplementasikan oleh kerja keras. Sedangkan keseriusan menjadi pelengkap usaha dalam menuju garis akhir. Keseriusan adalah doa dalam dialog manis dengan Sang Penentu takdir.

Usahamu, selaraskanlah dengan doa sebagai bukti keseriusan. Mari disadari bahwa ada Dia yang lebih besar dari segala rencana megah masa depanmu.

Tundukkan hatimu sendiri, arahkan ia untuk berdialog sebentar dengan Sang Pemilik jiwa. Seriusi usahamu, selaraskan niat baikmu dengan rencana indahNya. Mungkin dengan ‘menyeriusi’ usahamu itu, tidak akan ada hari yang berat dan melelahkan. Karena rencanamu dan rencanaNya telah bersepakat menjadi satu.

‘Ketika tidak berani menyeriusi sebuah usaha, maka kemenangan itu akan berpindah tangan kepada yang lebih berhak.’

Barangkali ada dia yang sama besar usahanya denganmu. Namun doanya teramat tinggi menembus langit. Segala rencananya selalu ia diskusikan denganNya, segala cita dan mimpinya selalu ia ceritakan pada Sang Pemilik alam.

Perjalananmu dan perjalanannya mungkin sama panjangnya. Bagimu dan baginya langit pun masih sama tingginya. Tetapi berkat kegigihannya melangitkan doa, penduduk langit kemudian melantiknya menjadi penumpang VIP dalam perjalanan panjang ini. Membuatnya menggapai kemenangannya dengan jalur cepat yang tak disangka.

Ketika takdir sudah tertawan dengan keseriusan doa, maka kemenangan dan kebahagiaan akan selalu menyertai hari.

Mari menjadi manusia yang tidak hanya gemar berusaha, namun juga rajin mendobrak langitNya dengan doa 🙂

 

Kairo, 5 Juni 2019 || 05.02 CLT | Fara Muthia