Oleh: Lukman Hakim

Tahdid Mustawa? Apa itu? Makanan ringan apa? Mengandung gizi kah? Halal atau haramkah?

Sebelumnya, gue mau kasih ucapan selamat kepada kalian semua yang sudah dinyatakan lulus secara resmi pada tes Universitas Al-Azhar Kairo. Semoga kalian bisa segera menyicipi pahitnya hidup di Mesir, eh maksud gue manisnya hidup di Mesir kek film KCB (Ketika Cinta Bertasbih) dan Ayat-ayat Cinta (Hayo ngaku aja siapa yang mau ke Mesir gegara nonton film ini?) dan gue pun acung jempol kaki -.-

Tapi , kalian jangan terlalu senang dulu, sebab setelah sampai Mesir, kalian wajib dites lagi dengan ujian yang namanya TAHDID MUSTAWA kaya judul dan pertanyaan di atas.

Heuh, hidup memang penuh dengan ujian yah bro, baru kemaren tes, kemudian dinyatakan lulus. Eh ga taunya nanti di Mesir dites lagi. Apa gak pusing tuh bro? Yah walaupun bagi sebagian orang itu ga jadi beban, tapi bagi sebagian besar lainnya, bisa jadi beban berat. Uvuvuwewevwe onytenewe osasJ harap bersabar ini ujian, ujian datangnya dari Alloh.

Lalu, apa sih sebenernya tahdid mustwawa itu?

Jadi tahdid mustawa تحديد المستوى)) adalah bentuk idofah dari masdar yang diambil dari wazanhaddada –yuhaddidu -tahdidan yang bermakna membatasi, menentukan, menetapkan. Adapunmustawa bermakna tingkatan, level, atau standar. Intinya adalah ‘Ujian pembatasan tingkat’ yang diwajibkan (baca:wajib) bagi seluruh wafidin (warga non arab) yang mau melanjutkan S1-nya di Universitas Al-Azhar, Kairo. Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan gue sebelumnya mengenai‘Living Cost diMesir 2017’.

Loh kenapa wajib ikut tes tahdid? Kenapa ga langsung kuliah aja? Toh bahasa arab gue udah oke, Al-qur’an sudah mutqin, jurumiyah udah lengket, alfiyah udah mateng, dan pertanyaan-pertanyaan yang menurut gue wajar dilontarkan bagi yang MERASA seperti itu. Kalo gue mah apa atuh cuma butiran ‘isy di tanah. Heu heu.

Oke jadi gini sob, kata salah satu ustadz gue di Darul Lugoh, DL ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa arab kita sebelum mengikuti kuliah. Macam I’dad lughowi lah. Agar ketika di kuliah kita tidak kagok bertemu dosen yang notabene orang arab dan bahasa arabnya sudah tentu mumpuni. Karena ga semua dari kita ketika belajar Indo sudah pintar bahasa arab dan diajar langsung oleh orang arab. Intinya buat pemanasan lah, walaupun kalian termasuk kategori seperti orang yang gue sebutkan di atas, tetap wajib tes dan masuk markaz sesuai level yang kalian dapatkan ketika tes nanti.

Oke cukup basa-basinya, nanti lama-lama tulisan gue jadi basi. Langsung saja, berikut gue mau kasih tips agar lulus tes tahdid mustawa dengan level tinggi.

  1. MENGENAL SEMUA MATERI YANG AKAN DIUJIKAN.

FYI, menurut pengalaman penulis dan dari riset yang gue uji dari beberapa alumni Darul lugoh, gue dapetin bahwa untuk tes tahdid mustawa, itu ga semudah tes Kemenag. Perbedaannya bayna sama wa sumur. Kalau tes kemeneg itu 85%  soalnya sama persis kaya tahun-tahun sebelumnya. Nah kalau tes tahdid, itu ga ada yang sama dari tahun-tahun sebelumnya, Cuma MATERINYA aja yang sama. Jadi yang menjadi poin penting bagi kalian adalah harus mengenal MATERI YANG BIASA DIUJIKAN. Lalu, materinya apa aja? Berikut gue kasih bocoran: 

Ujian Tahdid Mustawa terbagi menjadi 2 bagian: 

  1. SYAFAWI (LISAN) = ini harus kalian tekankan, sebab bagi sebagian penguji/pengoreksi ini bisa menjadi nilai penguat bahwa kalian layak berada di level yang tinggi. Bagaimana tes lisannya?

Biasanya tes lisan diadakan sebelum ujian tulis. Masing-masing peserta maju 2-3 orang. Dan sang guru memberikan pertanyaan yang bervariasi. INGAT, ketika penguji bertanya, jawablah dengan yakin dan jangan ringkas. Misalkan, guru nanya masmuka? Kalian jawab Karim. Atau ayna taskun fi misr? Kalian jawab darrosah. Jangan begitu, tapi jawablah dengan mengulang pertanyaan tadi, ismiKarim Benzema , ana askunu fi darrosah qorib min masjid khodrowi, misalkan.

Kemudian, hindarkan kata-kata “afwan ustadz, ana la afham/la astati’ an ujib”. Kalau ga ngerti suruh aja beliau ngulangi pertanyaannya “law samahta, karrir assual?” Ini ahsan. 

Bisanya sih pertanyaannya gak jauh dari seputar deskripsi di mana kalian tinggal (Indo dan Mesir), pendapat kalian tentang mesir, tujuan ke mesir, makanan favorit di mesir, pernah belajar apa aja di sekolah dulu, dan lain-lainnya. Jadi siapkan sebanyak mungkin informasi dan mufradat-mufradat seputar hal tersebut. Biar kalian ga kagok kaya gue ketika ditanya “Kayfa ahwal hayyu ‘asyir?” ( Bagaimana kondisi hay ‘asyir? ). Lalu karena minimnya informasi yang gue miliki -maklum belum sebulan gue di Kairo- gue jawab aja “asyir aktsaru sya’bu andunisi yaskun hunak, wa fiha aswaq katsirun (karena rumah gue deket pasar), wal matho’im andunisia katsirun aydon (karena gue doyan makan),  wa kusyari syeikh (nama rumah makan Mesir), wa soidaliyah, wa nahwihi. [ini kenapa kebanyakan jawabannya soal perut ya?] haha.  

NB: Biasakan mulai sekarang berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar hal di atas, bisa kalian lakukan bersama teman, sahabat, istri (kalau udah kawin), atau lakukan sendiri (nyerocos-nterocos sendiri) di depan cermin atau di tempat rame, biar disangka orang ga waras sekalian :p 

  1. TAHRIRI (TULIS) 

Setelah gue masuk DL ternyata gue tahu bahwa tes tulis tahdid mustawa 90%  materinya selevelmutawasit tsani dan mutaqoddim awwa di DL. Wah berarti susah yah? Iya susah-susah gampang, Ditambah soalnya yang bejibun dan durasi waktunya hanya 3 jam. Belum istima’nya yang membuang waktu banyak.  

Buat tes tulis, kalian bakal disuguhi sekitar120 soal.  Setiap soal terdiri dari 4 BAB dan dari setiap BAB nya mengandung bebarapa anak, dari beberapa anak itu ada yang pintar (susah) dan ada yang bodoh (gampang). Yah seperti itulah, hehe.  

  1. ISTIMA’ (MENDENGARKAN). 

Buat tipe soal istima’ ini bertingkat ; easy, medium, dan hard  (udah kaya maen game aja). 

a.Easy (mudah) = kalian hanya perlu menentukan makhorijul huruf seperti yang diucapkan speaker. 

  1. Medium (sedang)= berisi percakapan antara 2 orang atau lebih, kemudian disuguhkan pertanyaan mengenai tentang apa yang mereka bicarakan, lokasi kejadian, tujuan, dsb.
  2. Hard (susah) = berisi monolog mengenai teks ilmiah (kalau kemarin tentang karekteristik/keajaiban burung gagak) yang dibacakan dengan cepat, kemudian setelahnya berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan teks tersebut.

NB: JANGAN TERLALU FOKUS SAMA YANG HARD, MASIH BANYAK SOAL-SOAL YANG BAKAL MENJADI PENYELAMAT KALIAN. 

  1. QIROAH (MEMBACA)

Menurut temen-temen, termasuk gue, soal qiroah termasuk soal yang rada susah. Biasaya bagian ini memuat potongan teks yang panjang membahas suatu permasalahan yang sedang dihadapin oleh ummat islam. Bahasanya lumayan berat, layaknya bahasa kitab-kitab turats. Terlebih soal yang disuguhkan memerlukan penalaran. seperti kesimpulan, pendapat kita mengenai permasalahan yang sedang dibahas teks tersebut, memberikan judul yang pas, dan lain-lain. 

NB: PELAJARILAH TIPE-TIPE SOAL SEJENIS AGAR TERBIASA MENJAWAB PERTANYAAN SEPERTI ITU. 

  1. QOWAID (KAIDAH)

Usahakan pada bab ini kalian mampu mampu menjawab banyak soal dengan benar. Sebab soal-soalnya cukup jelas dan mudah dinalar, tidak seperti soal qiroah. Yang harus dipelajari adalah seputarmarfu’atul asma (isim-isim yang marfu’, ex: mubtada dan khabar, fail, naib fail, dkk), mansubatul asmaa’ (isim-isim yang mansub, ex : maf’ul bihi, maf’ul mutlaq, tamyiz, dkk), isim ghoiru munsorif, af’alul khomsah, dan asmaul khamsah. 

NB= Bukalah kembali buku-buku nahwu kalian, pelajarilah bagian-bagian yang gue cetak tebal seluruhnya. Jangan sampai kalian menyesal ketika mengerjakan soal padahal gampang, tapi karena lo gak muraja’ah, jadinya ga bisa. Yah salah sendiri.

  1. KITABAH (MENULIS)

Pada bagian ini memiliki 3 anak: 

  1. Membuat surat (resmi (formal) / non formal) dan mendeskripsikan gambar dengan bahasa arab.
  2. Alamatu tarqim(tanda baca)= memberikan tanda baca dan harokat pada teks pendek.
  3. Kitabatul Fiqrah(menulis paragraph) = membuat paragraph minimal 8 baris dengan 2 tema yang telah ditentukan (point 10). Kalau kemarin temanya seputar ata’addud fi zawaj (poligami pro dan kontra) dan pengaruh internet bagi pemuda (pro dan kontra). 

Bagian ini kalian harus cerdas dan cermat dalam memahami perintah soal. Kata ustadz gue dimutaqodim awwal lalu, Kebanyakan peserta tes tahdid mustawa salah dalam memahami soal, termasuk gue. Misalkan kita disuruh membuat faqroh (paragraph), tapi kita malah membuat maqol. Disuruh buat surat resmi, nulisnya surat biasa atau sebaliknya. Disuruh harakatin sama disuruh kasih tanda baca yang tepat, malah hanya diberi tanda baca. Kenapa bisa begitu? Karena kita gak memperhatikan perintah soal dan terburu-buru dalam mengerjakannya. Padahal kalau dikerjakan secara kaidah, itu akan lebih efisien. Kata ustadz gue lagi, kalau kalian menulis faqroh atau surat dengan bahasa dan kalimat yang bagus tapi kidak memperhatikan kaidah yang benar dalam menulis, maka itu sama saja tidak bisa dibenarkan. 

Untuk tips membuat surat formal dan non formal, silahkan merujuk ke link membuat surat formal

Untuk alamatu tarqim silahkan klik materi tanda baca bahasa arab

Dan untuk kitabatul faqroh silahkan klik ini http://abdallamutwakil.blogspot.com.eg/2014/02/blog-post_3736.html

  1. SERAHKAN SEMUA-NYA KEPADA ALLOH.

Setelah kita habis-habisan belajar, maka jangan lupa serahkan semua hasilnya kepada Alloh. Jangan lupa berdoa terus. Jadikanlah sodaqoh dan ta’awun kepada orang lain sebagai wasilah agar kalian dimudahkan dalam mengerjakan soal-soalnya. Al-abdu fi tafkir, wa rabbu fi tadbir. Manusia hanya bisa berencana/usaha, Alloh lah yang menentukan. Wa an laysa lil insani illa maa sa’a a(tidaklah manusia mendapatkan apa yang ia usahakan). Keep spirit for fighting exam!! Semoga apa yang gue shering bisa bermanfaat bagi kalian semua. Jika ada pertanyaan atau masukan, bisa coret-coret di kolom komentar. 

Sumber: Jejaknile.org

Kepoin nih info-info menarik di jejaknile, tonton juga video-video menarik yang ada di youtube jejaknile

 

tonton juga dua video ini

Dari PPMI Mesir

Tips trik soal istima’

One thought on “Tips Agar Lulus Tes Tahdid Mustawa Dengan Level Tinggi”

Leave a Reply