Egyptstudentinformation.com, Kairo – Sabtu, 20 Juli 2019 di American Future School, Presiden PPMI Mesir, Arief Mughni mengapresiasi acara yang diselenggarakan mahasiswa baru Al-Azhar angkatan kedatangan 2018, Tazkeeya. Acara Tazkeeya Art Collaboration merupakan puncak dari rentetan Tazkeeya Festival yang dimulai Jumat 20 Juni 2019. Bermotokan “Bhineka Tunggal Ika, Menempa Jiwa Muda Mendunia” panitia menyuguhkan pertunjukan dari tiap daerah nusantara. 

Arief Mughni berpesan, “Pertama, pemuda, kekosongan, dan kekayaan merupakan hal yang merusak. Kami berharap teman-teman Tazkeeya bisa menggunakan skill-nya untuk terus mendalami bakat-bakatnya, sehingga apapun skill yang dimiliki bisa mengisi kekosongan tersebut. Kedua, PPMI mengapresiasi adanya acara ini dan tak lupa juga selalu mengingatkan bahwa kita adalah mahasiswa dan tugasnya menuntut ilmu. Ketiga, agar bisa memilih tempat belajar atau menunutut ilmu agar bisa berdiskusi dengan baik dan kelak bisa berdiskusi dengan orang Indonesia dengan membawa identitas Azhari yang luar biasa,” pungkasnya.

“Keren abis!” ungkap Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Cairo, Aji Surya. Beliau juga menambahkan bahwa “Faktor diplomasi bukan hanya para diplomat saja, tapi semua masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa memegang peranan sangat penting di sini. Kalian adalah para diplomat kebudayaan. Pesan terakhir, semua mahasiswa harus bisa fokus pada pelajaran yang ada di Al-Azhar.”

“Acara Tazkeeya Fest ini bagus, akan tetapi harus lebih memperhatikan lagi batas-batasan antara laki-laki dan perempuan, serta batasan penampilan seorang perempuan di panggung misalnya, sehingga tidak melupakan status kita sebagai mahasiswa Azhar,” terang Ella Safira selaku penonton.

Selain itu, Yuliatri Zaenab yang turut hadir juga berkomentar, “Tazkeeya Fest ini membuat kita lebih mengenal dekat keberagaman budaya Indonesia meski  berada jauh dari ibu pertiwi.”

Reza Kemal Nugraha, ketua angkatan Tazkeeya, berharap dengan acara ini menjadi ajang untuk mengasah skill dan bakat yang dimiliki. Seperti jargon Tazkeeya Fest ini “Bhineka Tunggal Ika, Menempa Jiwa Muda Mendunia.” Kemal juga mengingatkan sebagai mahasiswa harus terus belajar.

Reporter: Siti Nur Hasanah

Editor: Zaenal Mustofa