Banyak yang mengatakan bahwa metode-metode dalam belajar dan model kurikulum pendidikan ditemukan oleh Barat sekitar abad 17, ketika Renaisssance membuat Eropa yang dulunya kelam menjadi bercahaya dan bangkit dengan perkembangan ilmu dan industri yang berkembang. Padahal, jauh sebelum itu, para ulama Islam telah mengarang kitab-kitab turats yang membahas tentang tatacara menuntut ilmu yang baik dan benar, dari langkah pertama hingga langkah lanjut.

Salah satu kitab turats yang terkenal adalah Ta’liimul Muta’allim Thariqa At-Ta’allum, karya Imam Burhanul-Islam Az-Zarnujiy, yang mana kitab ini banyak dibahas di pondok-pondok pesantren dan madrasah di Indonesia sebagai ‘panduan penuntut ilmu dalam mengarungi samudera ilmu’. Apa yang mendasari pernyataan ini?

Latar belakang penulisan buku ini sendiri seperti yang ditulis Imam Az-Zarnujiy adalah beliau melihat banyak pelajar yang telah mengerahkan usahanya sebaik mungkin untuk belajar, akan tetapi mereka tidak berhasil, dalam artian tidak nampak atsar atau hasil dari pembelajarannya itu. Seakan-akan kegiatan belajar mereka hanya buang-buang waktu, tanpa ada faedah yang didapat.

Hal itu terjadi karena–menurut beliau–mereka salah dalam mengambil metode belajar dan ini merupakan kesalahan yang fatal. Sebab, kesalahan metode membawa kepada kesalahan pula, dalam arti, kelak ilmunya hanya menjadi informasi saja. Sedang pemahamannya, yang mana ini adalah tujuan dari belajar itu sendiri, justru tidak sesuai dengan apa yang diinginkan sang pengajar. Hal ini semakin besar mudaratnya ketika pemahaman yang salah ini disebarluaskan.

Berangkat dari hal tersebut, Syaikh Az-Zarnuji memaparkan konsep beliau tentang metode belajar yang tepat yang dapat membuahkan hasil terbaik bagi para penuntut ilmu, terlebih ilmu agama, agar ilmunya kelak menjadi ilmu yang benar lagi bermanfaat.

Pembahasan di buku ini mencakup definisi ilmu serta keutamaannya, niat dalam belajar, memilih pelajaran, guru, serta sekolah, cara membangkitkan semangat belajar, hingga hal-hal penguat hafalan dan yang membuatnya hilang, dan perkara yang dapat mendatangkan rezeki serta memanjangkan umur dari ilmu.

Maka tak pelak bahwa buku Ta’liimul Muta’allim termasuk buku panduan pembelajaran dasar yang banyak dipelajari hingga saat ini. Buku ini bisa menjadi panduan kita dalam meniti jalan menuju dunia keilmuan, menjadi acuan lembaga pendidikan dalam merumuskan kurikulumnya, dan lain sebagainya.

Wallahu a’lam bissshawab.