Bercerita tentang sejarah Mesir Kuno, pasti kita tidak asing dengan yang namanya mumi. Mayat yang diawetkan dengan cara alami atau buatan sehingga bentuknya tidak hancur disebut mumi, yaitu dengan cara menaruhnya di tempat yang sangat dingin atau sangat kering atau juga di tempat yang sangat sedikit oksigen, bahkan ada yang mengawetkan dengan menggunakan balsam.

Kebanyakan mumi-mumi di Mesir ditempatkan di peti mati. Macam-macam Peti mati ada yang terbuat dari kayu yang dicat cerah ada juga yang terbuat dari batu. Contohnya seperti peti mati milik Nes-mut-aat-neru di bawah ini.

Hiasan rumit pada peti matinya cocok dengan statusnya sebagai anggota aristokrasi, yang artinya kalau peti mati mereka dihiasi dengan hiasan yang rumit, pertanda kalau mereka adalah orang-orang ningrat atau bangsawan.

Pilar putih besar yang dicat di bagian belakang peti mati itu seakan membentuk “tulang punggung”. Ini memberikan dukungan simbolis untuk mumi dan menampilkan prasasti yang memerinci leluhur Nes-mut-aat-neru

Bagian dalam peti mati dihias lebih sederhana, yaitu pada bagian dalam pangkalan dilukis sosok seorang dewi dengan seekor burung di atas kepalanya.

Peti mati yang ini terlihat lebih sederana karena hanya dihias dengan sedikit hiasan. Di bagian atas membentuk kepala dengan wajah yang dianggap menunjukkan wajah Nes-mut-aat-neru, di bagian kepalanya juga ada hiasan wig dan kerah yang lumayan rumit. Di bagian tengah ada kumbang Scarab berukuran kecil dengan sayap yang terentang melayang. Di bawah gambar Kumbang Scarab ada gambar dua orang yang sedang menyembah dewa.

Terakhir, mumi dan peti mati disimpan di peti mati persegi panjang yang terbuat dari kayu “sycamore”. Di sudut-sudut garis peti mati itu ada pesan bertuliskan teks-teks religius. Di bagian atas peti mati terlihat ada seekor anjijng yang sedang duduk menjaga peti mati itu, mungkin anjing itu mengisyaratkan Anubis, dewa berkepala anjing yang merupakan pelindung kuburan.

Gambar dua kotak kayu ini di atas berisi lumpur kering shawabti yang ditemukan bersamaan dengan peti Nes-mut-aat-ner. Konon ceritanya pada kepercayaan mereka, Shawabti dirancang untuk melakukan pekerjaan apa pun yang diminta para dewa roh di akhirat.


Peti Mati Batu – Sarkopagus