Salah satu problematika perkuliahan adalah kurangnya minat baca seorang mahasiswa terhadap diktat-diktatnya. Kebanyakan cenderung menunggu talkhish (ringkasan) dari teman-teman, atau bahkan membelinya. Padahal, kelak mereka adalah calon penerus sekaligus pengurus masyarakat.

Kebanyakan orang kurang minat bacanya karena terkendala bahasa dan metode membaca. Karena dua masalah ini, akhirnya kegiatan membaca dan merangkum diktat secara mandiri ditinggalkan. Padahal, ini adalah modal penting dalam mengasah skill telaah literatur atau jurnal yang kelak menjadi kegiatan sehari-harinya, sepulang ke Indonesia.

Kita menemukan berbagai macam metode untuk membaca dan memahami diktat perkuliahan. Terkadang, karena banyaknya pilihan, kita sendiri bingung untuk memilih, hingga akhirnya tidak jadi membaca sama sekali.

Ustadz Novian Nurul Faza dalam acara seminar daring berjudul “Ushuluddin Basic Training” yang diadakan Sabtu (14/4) kemarin menyampaikan salah satu metode membaca diktat yang cocok untuk dipraktekkan oleh para mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Al-Azhar.

Metode tersebut adalah Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recall, and Review). Metode ini pertama kali digagas oleh Francis P. Robinson, seorang filsuf pendidikan asal Amerika, yang ia tulis di bukunya Effective Study pada tahun 1946.

Survey

Langkah pertama yang dilakukan pada metode ini adalah meninjau struktur buku atau kitab, dengan tujuan mendapatkan gambaran umum terhadap buku tersebut.

Ada banyak cara, salah satu bisa dilakukan, seperti dengan membaca resensi buku, membaca muqaddimah ilmu atau syarah, atau membaca setiap bab secara sekilas. Intinya adalah paham akan peta buku tersebut.

Question

Bertanyalah sebelum membaca. Tanyakan apapun yang membuatmu ingin tahu setelah melihat judul atau sub judul dalam bab buku tersebut. Karena proses belajar yang hasilnya melekat adalah mempelajari hal yang masih ada kesinambungannya dengan pengetahuan kita sebelumnya.

Fungsi bertanya sebelum membaca ini, mengkaitkan topik yang baru akan kita pelajari ini dengan apa yg sudah diketahui sebelumnya & memacu rasa penasaran kita.

Pertanyaannya yang dimaksud adalah yang bersifat membangun pemahaman. Contohnya, sebelum belajar Ulumul Hadits, coba kita bertanya, “Apa tema pembahasan ilmu hadits?”, “Apa hasil yang akan diperoleh ketika mempelajari ilmu hadits?”, atau “Apakah ilmu hadits membahas perkataan nabi saja?” dan sebagainya.

Nah pertanyaan-pertanyaan sebelum membaca tersebut juga lebih baik dicatat. Supaya ketika tengah membaca, lalu menemukan jawaban yang dicari, bisa langsung ditandai.

Read

Ada lima kaedah dalam membaca:

  1. (Kesadaran bahwa) tidak menjadikan tujuan membaca untuk sekedar menyelesaikannya, akan tetapi jadikan pemahaman sebagai tujuan dari membaca.
  2. Konsentrasi ketika membaca.
  3. Menggarisbawahi kalimat-kalimat yang susah cerna.
  4. Tentukanlah paragraf utama beserta cabangnya dan kalimat pokoknya. Adapun cara menemukan kalimat pokok adalah sebagai berikut;
    * baca seluruh paragraf dengan cermat,
    * cermati kalimat pertama hingga akhir,
    * baca kalimat demi kalimat sampai menemukan ide pokok (biasanya terletak di awal, akhir, atau awal dan akhir paragraf)
    * tandai ide pokok paragraf,
    * dan tandai info penting dalam setiap paragraf.
  5. Pengulangan apa yang dibaca sebelum menjawab soal, kecuali dalam ujian, tentunya.

Recall

Recall maksudnya mencoba menghadirkan dan menguatkan kembali pemahaman yang telah kita dapat. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan teknik Feynman. Mudahnya sebagai berikut:

  1. Siapkan kertas, lalu tuliskan nama konsep dan materinya (untuk membuat mindmap dan sebagainya).
  2. Jelaskan konsep atau materi tersebut dengan kata-kata sendiri, seolah-olah kamu sedang mengajarkan kepada orang lain.
  3. Tinjau penjelasan identifikasi bagian mana yang sudah kamu pahami dengan baik dan bagian mana yang masih kurang.
  4. Jika masih ada istilah teknis atau bahasa kompleks dalam penjelasanmu, tulis ulang dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Review

Langkah terakhir adalah dengan mengevaluasi kembali setiap pembahasan pokok dari setiap bab dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang utuh. Di sini juga termasuk membaca ulang mindmapping yang sudah dibuat, serta mencoba untuk menjelaskan setiap bab dan sub-bab yang ada di dalam buku secara singkat.

Oleh: Saifuddin Afif
Editor: Hammad Rosyadi