Membeli minuman kemasan memanglah bukan sebuah tidak kriminal. Tapi, sebenarnya ia bisa membawa kita pada masalah yang lebih serius di masa depan. Bagaimana itu mungkin terjadi?

Setiap yang membaca tulisan ini pasti pernah mengonsumsi minuman kemasan. Atau barangkali, kamu sedang menikmatinya saat ini?

Menurut theguardian.com, di seluruh dunia, terjual hampir 20.000 botol minuman kemasan terjual setidap detieknya. Pada tahun 2016 saja, penjualan botol plastik telah mencapai lebih dari 480 miliar. Angka yang tidak sedikit, tentunya. Angka ini diprediksi akan mengalami lonjakan pada tahun 2021 yang mencapai angka 583 miliar.

Masalah yang dimaksud di prolog di atas adalah masalah limbah dari minuman kemasan ini. Mungkin akan ada yang bilang, “Kebanyakan botol minuman kemasan terbuat dari bahan polythylene terephthalate (PET) yang bisa didaur ulang.”

Kami katakan, ya, memang benar. Tapi, pada realitanya, hanya sekitar 7% saja yang berhasil didaur ulang. Sisanya, kadang kita dapati dengan mudah di pantai-pantai atau terombang ambing di tengah samudera. Barangkali, di masa depan, kita akan lebih mudah mendapati sampah botol plastik daripada ikan di laut.

Lantas, apa solusinya?

Perubahan besar bisa diawali dari langkah-langkah sederhana. Dan isu lingkungan ini tidak bisa dimulai kecuali dengan menumbuhkan kesadaran di jiwa masing-masing orang.

Dalam permasalahan minuman kemasan, kita bisa memulai dengan mulai membiasakan memiliki botol minum sendiri, terutama disaat beraktifitas di luar rumah.

Selain bisa menghemat pengeluaran, kita juga bisa memastikan kebersihan dari minuman yang kita bawa.

Ini sedikit gambaran bahwa menggunakan tumblr atau botol minum sendiri bisa lebih menghemat pengeluaranmu.

Diasumsikan jika dalam sehari kamu membeli empat botol ukuran 600 ml dengan harga 3 EGP/botol, maka dalam satu minggu, kamu berarti akan mengeluarkan 84 EGP.

Sedangkan jika kamu membawa botol sendiri yang diisi dengan air dari galon isi ulang, dengan perbandingan yang sama, kamu hanya akan mengeluarkan 45 EGP setiap minggunya. Ini artinya kamu hemat lebih dari 50% setiap minggunya. Lumayan, ‘kan, untuk menabung.

Secara singkat, Zero Waste atau bebas sampah adalah salah satu filosofi yang mengajak kita untuk mengelola produk-produk secara sistematis demi mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah juga material-material habis pakai. Filosofi ini dijadikan tema oleh Perpus Bergerak Mesir dalam sosialisasinya di Tazkeeya Festival.

Sosialiasasi dimulai dengan penjelasan Zero Waste Lifestyle oleh staf Perpus Begerak Mesir, lalu dilanjutkan diskusi mengenai persoalan sampah, lalu ditutup dengan pembagian botol minum secara cuma-cuma untuk peserta yang hadir.

Dari sosialisasi tersebut, diharapkan agar teman-teman masisir segera sadar bahwa sampah plastik adalah musuh terbesar bagi lingkungan.

Bahkan membuang sampah pada tempatnya belum cukup untuk mengurangi dampak buruk plastik. Kita harus benar-benar meminimalisir penggunaan plastik agar bumi ini tetap layak untuk anak-cucu kita tinggal kelak.

Penulis: Rofiah Mawaddah
Penyunting: Ambang Fajar Bagaskara