Mari Membawa Botol Minum-mu Sendiri!
Oleh: Rofiah Mawaddah

Membeli minuman kemasan tentunya bukan sebuah tindak kriminal. Tapi tidak menutup kemungkinan itu bisa menjadi masalah yang sangat serius. Bagaimana mungkin itu terjadi?

Setiap orang yang membaca ini pastinya pernah mengkonsumsi minuman kemasan. Bahkan mungkin ada yang sedang menikmatinya saat ini. Menurut laporan theguardian.com, hampir 20.000 botol minuman kemasan terjual dalam setiap detik. Pada tahun 2016 saja, penjualan botol plastik sudah mencapai lebih dari 480 miliar. Diprediksikan, angka ini bisa mencapai 583 miliar di tahun 2021.
Benar jika dikatakan bahwa kebanyakan botol minuman kemasan ini terbuat dari bahan polyethylene terephthalate (PET), yang artinya bahan ini dapat didaur ulang. Namun pada kenyataannya hanya sekitar 7% saja yang berhasil didaur ulang. Sisanya, bertebaran dimana-mana bahkan hingga ke samudera. Bisa jadi, suatu hari nanti akan ada lebih banyak botol plastik di lautan daripada jumlah ikan.

Bagaimana solusinya?
Perubahan besar diawali dari sebuah langkah sederhana. Maka, hal yang paling mungkin untuk segera dilakukan dalam hal ini adalah dengan memulainya dari diri sendiri. Mulailah dengan membawa botol minum sendiri, misalnya, ketika beraktifitas di luar rumah. Selain hemat karena dapat dipakai berulang kali, dengan membawa minuman sendiri tentunya kita bisa memastikan kebersihan minuman tersebut.
Bagi anak kost, menggunakan tumblr bisa menghemat pengeluaran. Asumsikan jika dalam sehari membeli 4 botol (600 ml) dengan harga 3le/botol, maka dalam satu minggu mengeluarkan 84le, sedangkan jika membeli air galon isi ulang dengan perbandingan sama hanya mengeluarkan 45le/minggu.

Nah, Perpus Begerak Mesir telah memulai langkah sederhananya dengan membagikan puluhan botol minum secara cuma-cuma kepada para peserta Tazkeeya Festival, minggu lalu. Di samping membuka stand buku, Perpus Bergerak Mesir juga mulai mengampanyekan gerakan Zero Waste Lifestyle untuk masisir agar lebih peduli terhadap lingkungan, dengan cara mengurangi penggunaan plastik.

Secara singkat, Zero Waste atau bebas sampah adalah salah satu filosofi yang mengajak kita untuk mengelola produk-produk secara sistematis demi mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah juga material-material habis pakai.

Sosialiasasi dimulai dengan penjelasan Zero Waste Lifestyle oleh staf Perpus Begerak Mesir, lalu dilanjutkan diskusi mengenai persoalan sampah, lalu ditutup dengan pembagian botol minum secara cuma-cuma untuk peserta yang hadir. Dari sosialisasi tersebut diharapkan agar teman-teman masisir segera sadar bahwa sampah plastik adalah musuh terbesar bagi lingkungan. Bahkan membuang sampah pada tempatnya belum cukup untuk mengurangi dampak buruk plastik. Kita harus benar-benar meminimalisir penggunaan plastik agar bumi ini tetap layak untuk anak-cucu kita tinggal kelak.

Penyunting: Ambang Fajar Bagaskara