Hilman Rosidi saat sidang magsternya pada 30 September di auditorium Abdul Halim Mahmud. [Credit Foto: Rio Sufaira/KPMJB]

Kairo—Hilman Rosidi mendapatkan hasil yudisium Cum Laude setelah menjalani sidang gelar magisternya dalam disiplin Tafsir dan Ulumul Quran dengan tesis yang berjudul ”Qurratul ‘Ain wa Nuzhatul Fuâd, Hasyiah ‘ala Tafsir Jalalain li Syekh Abdullah bin Muhammad asy-Syafi’i an-Nibrâwi 1275 H, Tahkik wa Dirasatan min Awwali Ayat 75 ilal Âyat 142 min Suratil Baqarah” atau “Studi Literatur Kitab Hasyiah Tafsir Jalalain (Qurratul ‘Ain wa Nuzhatul Fuâd) Karya Syekh Abdullah bin Muhammad asy-Syafi’i an-Nibrâwi Wafat 1275 H dari Awal Ayat ke 75 sampai 142 Surat Al-Baqarah”, di auditorium Syekh Abdul Halim Mahmud, Fakultas Uhuluddin, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Ahad, (30/09).

Dalam tesisnya ini, Ustadz Hilman membagi penulisan tesisnya ke dalam 4 bagian yaitu Mukaddimah, Pembahasan-pembahasan, Penutup dan Daftar Isi. Dari Mukadimah tesisnya ini ia membahas awal pula pengambilan judul yang ia akan pertahankan di hadapan penguji, selain itu, buah pemikiran ulama dalam penjagaan mereka kepada turas dalam hal ini hasyiah ia ketengahkan di bagian awal tesis ini. Yang lebih utama dari itu yaitu metode penulisan tesisnya ia bahas di sini.

“Harapan untuk berkhidmah serta mencari rida Allah serta berharap pahala darinya serta keinginan akan pahala dari-Nya dengan berkontribusi dalam mentahkik kitab ini agar kelak bisa menjadi bekal berdakwah kepada umat manusia dan semoga mereka bisa mengambil manfaat dengan upaya ini,” tulis ustadz Hilman Rosidi dalam out line tesisnya.

Dalam pembahsan isi, mahasiswa asal Majalengka ini membagi pembahasannya ke dalam dua bab. Di mana pada bab 1 ia membaginya ke dalam lima pasal yang terdiri dari beberapa permasalahan yang menjadi inti pembahasan studi literaturnya. Sedangkan tahkik atas hasyiahnya sendiri ia bahas pada bab kedua yang terdiri dari empat pasal pembahasan.

Pose usai sidang Hilman Rosidi bersama Pembimbing Tesis dan Penguji dari Guru Besar Tafsir Fakultas Ushuluddin. [Creadit Foto: Rio Sufaira/KPMJB]
Hilman kecil menamatkan sekolah formalnya di SD Wadowetan, Majalengka 1 tahun 1999. Ia melanjutkan jenjang studi SLTP di Madrasah Tsanawiyah Mekarwangi, Subang dan lulus pada 2002, kemudian di Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Alfalah 2 Nagreg, Bandung ia menamatkan jenjang SLTA-nya pada tahun 2005. Di tahun yang sama, Hilman muda pernah meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kelak dengan kemampuan berbahasanya ini mengantarkannya ke universitas Islam ternama dunia di Kairo.

Pasca menamatkan SLTA, Hilman melanjutkan pengembaraan studinya ke Bogor, tepatnya di PPTQ Manbaul Furqan Leuwiliang Bogor selama satu tahun sampai 2006. Dari sinilah ia mulai mencintai Alquran, sehingga pada saat kuliah di Al-Azhar ia mengambil program takhasus Tafsir wa Ulumul Quran pada fakultas Ushuluddin. Dua tahun sebelum ke Kairo, ustadz Hilman mengabdikan dirinya di pesantren Rafah, Rancabungur, Bogor dari 2006-2008.

Kemudian, selama 4 tahun ia dapat menuntaskan masa studi strata satunya. Ia mulai tahun 2009 sampai 2012 pada fakultas Ushuluddin, jurusan Tafsir wa Ulumul Quran. Kemudian pada program yang sama, sejak 2013 ia melanjutkan studi magisternya, dan tepat selama 5 tahun pada September 2018 ini ia berhasil menyelesaikan studi magisternya.

Ujian magister Hilman Rosidi sendiri melibatkan majelis sidang yang terdiri dari: Prof. Dr. Aud Muhammad Yusuf Abu Ilyan, Guru Besar Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo, sebagai dosen pembimbing; Prof. Dr. Ahmad Ramadhan Musthafa Diyab, Guru Besar Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo sebagai penguji dan Dr. Muhammad Said Iram, Dosen Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Reporter: Abdul Fatah Amrullah

Sumber: www.kpmjbmesir.org

Leave a Reply