Ironi Sebungkus Uluran Tangan Sang Dermawan

Al-Aasali

Biaperi Mesir itu ialah Sang Dermawan
Aku adalah orang kepercayaannya
Setiap bulan dia bawa lebih dari dua Ton bantuan
Untuk peliharaanku dibalai derma kekuasaanku
Hahahahaha….

Aku berhak memberi siapa yang kusukai
Dan mempersulit siapa yang kubenci
Aku berkuasa untuk menyimpan dua sampai tiga karung daging
Untuk kunikmati dan untuk kuberikan pada anjing peliharaanku
Atau untuk menundukkan rekan yang kurang patuh pada perintahku
Sang Dermawan itu takkan tahu perbuatanku
Hahahaha….

Persetan dengan hukum Syubhat yang pernah diajarkan padaku
Asalkan perutku tetap sejahtera
Hahahahaha…

Akulah pemimpin yang dermawan dan jauh dari kata jumawa.

******
Aku adalah anjing kesayangan raja
Dengan gonggongan dan liur yang kupamerkan disela-sela gigiku
Aku mampu menakut-nakuti peliharaannya
Aku cukup ikut membantu membagi daging pada peliharaannya
Dan tutup mulut soal daging yang tersembunyi dibalik dinding
Hahahahaha…

Persetan dengan hukum Syubhat yang diajarkan padaku
Asal pulang dengan banyak daging segar
Dan menjadi Bahadur di hadapan kawananku

******
Aku adalah peliharaan raja
Setiap bulan dia bagikan daging untuk kami
Raja memanglah sosok yang dermawan
Kulihat peliharaan raja yang lain berdesak-desakan dalam antrean
Aku menjadi sangat beringas dan ganas karena lapar.
Aku paham bahwa jumlah daging yang dibagikan takkan cukup untuk semua peliharaannya
Hahahaha….

Peduli apa diriku dengan orang lain asal aku bisa dapat banyak daging
Aku ambil sekali, kutitip, ambil lagi, kutitip ambil lagi dan lagi.
Anjing-anjing raja main mata denganku
Hahahaha…

Persetan dengan hukum Syubhat yang diajarkan padaku
Asalkan aku bisa pesta daging

******

Aku, tak pernah mau jadi aku-aku yang lain
Aku bukan mereka yang otaknya begitu cerdas menyusun rencana dalam sebungkus Uluran Tangan Sang Dermawan
Ada dusta dalam bungkusannya
Ada penipuan disetiap pembagiannya
Aku lihat banyak penjilat membagikan daging
Aku….
Punya hati nurani
Aku….
Masih punya uang untuk membeli daging sendiri
Aku….
Tidak buta dengan saudara-saudaraku yang lain.
Yang susah belanja walau untuk sebutir telur
Aku….
Tidak jadi peliharaan siapapun
Aku….
Tetap jadi manusia
Manusia itu merdeka
Bukan karena pikiran yang mampu merancang pembodohan lewat media ataukah kongkalikong dibalik sebungkus Uluran Tangan Sang Dermawan
Aku….
Tetap menjadi manusia
Karena aku masih bersikap layaknya manusia
Manusia adalah yang memanusiakan manusia yang lainnya
Aku ikuti kata hatiku
Karena kutahu jika disitulah tempat Tuhanku
Dan Tuhanku bersifat Karim, Rahman, dan Rahim

Cairo, 3 Desember 2018

Leave a Reply