Oleh: Ust. Fakhry Emil Habib, Lc., Dipl. (Wakil Presiden PPMI MESIR 2017-2018)

Setiap Ramadan selalu ada hal menggelitik yang mengusik saya: fenomena salat tarawih 20 rakaat, namun memakan waktu 7 menit saja.

Saya tahu bahwa shalat tarawih seperti itu tentu mengabaikan banyak syarat, tak terkecuali rukun: tumakninah. Belum lagi bacaan al-Fatihah yang tertinggal hurufnya atau tercecer tajwidnya.

Saya pernah alami ini di tahun 2004. Saya yang awalnya terkantuk berat setelah isya, dengan tarawih 20 rakaat 7 menit, mata saya kembali menyala. Haha.

Saya meyakini satu hal: salat seperti ini tidak sah. Namun apabila sebuah ibadah yang jelas tidak sah seperti ini masih juga kita kerjakan, apa hukumnya?

Tahun lalu saya beranikan untuk bertanya ini pada guru saya, Syekh Mustafa Abu Hamzah asy-Syafi’i, dan beliau jawab, “Itu namanya bermain-main dengan ibadah. Bukan hanya salatnya tidak sah, namun juga pelakunya berdosa.”

Mendengarnya, saya menelan ludah. Begitu mulianya sebuah ibadah, sehingga tidak boleh dimain-mainkan. Ibadah yang tidak sah, masih juga dilakukan, apa gunanya?

Kejadian ini sudah setahun berlalu, dan saya dulu merasa ragu untuk menuliskannya. Karena saya pikir setelah tahun lalu viral di media, ibadah ini akan dievaluasi, diperbaiki. Namun entah kenapa, tahun ini masih juga terjadi. Dan sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mengingatkan sesama.

Terutama shalat, walaupun itu adalah shalat sunah, mohon perhatikan bahwa rukun dan syarat harus dipenuhi, ‘mubthilat’-nya harus ditinggalkan. ‘Sunan’-nya dikerjakan, ‘makruhat’-nya dijauhi. Dengan begitu baru ibadah shalat benar-benar ada fadhilahnya.

Semoga kita tidak menjadi pribadi yang menganggap enteng ibadah walaupun sunah. Semoga Allah beri kekuatan untuk istikamah beribadah kepada-Nya.

Harapan saya, kepada para ulama yang mantap fikihnya, kokoh akidahnya, santun akhlaknya, untuk dapat turun ke masyarakat. Dan ajarkanlah 3 ilmu ini secara komprehensif. Saat ulama sejati abai dengan masyarakat, maka masyarakat yang dahaga akan ilmu agama akan mengangkat orang tak berilmu sebagai anutannya.

One thought on “Hukum Tarawih 20 Rakaat 7 Menit”

Leave a Reply