Egyptstudentinformation.com, Kairo – Dalam rangka menyemarakkan malam Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Kairo mengadakan acara Gema Takbir Akbar (GETAR) Vol XII pada Sabtu Malam (10/8) di Aula American Future, Nasr City. Acara ini dimeriahkan oleh berbagai elemen, baik dari kekeluargaan nusantara, mahasiswa dari berbagai negara, bahkan warga Mesir yang belajar di Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN) Mesir.

Salah satunya adalah Mohammad Sayed, seorang pelajar di PUSKIN yang sudah cukup lama mempelajari budaya Indonesia. Ia mengaku, GETAR Vol XII adalah GETAR ketiga yang ia ikuti. “Ini bukan kali pertama saya mengikuti acara semisal, ini tahun yang ketiga,” terang Sayed.

Menurut Sayed, momentum ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan teman-temannya yang merupakan mahasiswa Indonesia. “Acara ini luar biasa. Saya juga bisa bersilaturahmi. Sudah lama saya tidak bertemu dengan teman-teman Indonesia, tapi Alhamdulillah tadi saya ketemu mereka,” ungkap Sayed yang sudah lancar berbahasa Indonesia.

“Tujuan awal kami ingin merangkul Masisir, hanya saja dikarenakan jumlah Masisir yang begitu banyak, kami belum bisa menampung semuanya. Jika ada tempat lebih luas, mungkin kita akan memberikannya. Dan tujuan umumnya, ingin membuat suasana malam takbiran, sekaligus memperkenalkan budaya takbiran ke mahasiswa luar negeri yang kita undang,” jelas Muhammad Zaky sebagai ketua II GETAR.

Acara yang sudah dimulai sejak pukul 16.00 CLT ini dihadiri ratusan hingga ribuan orang. Tidak mengherankan, karena persiapan untuk acara ini sudah dimulai sejak sebulan lebih sebelumnya. “Persiapannya (untuk acara ini) satu bulan lima hari,” ungkap Ridha Humaidy, selaku ketua panitia.

“Semua (kekeluargaan) kami undang melalui jalur koalisi, kami silaturahmi ke 16 kekeluargaan yang ada di Masisir. Bahkan kami juga mengundang Parlemen Wafidin dan teman-teman PUSKIN. Tadi ada cukup banyak teman-teman PUSKIN yang hadir,” lanjutnya.

Peserta sangat antusias dalam menyambut acara meriah ini, banyak di antaranya yang sangat semangat dalam mengikuti tiap ajang yang ditampilkan. Namun, banyak pula beberapa dari mereka yang merasa bosan dan lebih nyaman berada di kawasan bazar. Adapula Masisir yang kurang suka dengan adanya interaksi antar lawan jenis yang begitu bebas.

”Semoga dengan adanya acara ini, sebagai rentetan untuk ajang silaturahmi antara kita, agar kita tidak terpecah belah disebabkan beda budaya. Karena kita sama, yaitu Indonesia,” pesan Muhammad Zaky diakhir wawancara.

Reporter: Hammad Rosyadi
Salamah
Editor: Zaenal Mustofa