Ada beberapa pilihan bagi kawan-kawan yang ingin melanjutkan studi di Al-Azhar. Kairo, mungkin bisa jadi kota terfavorit bagi banyak pelajar Indonesia. Berbeda dengan para pelajar Malaysia yang jumlah sebarannya cukup merata, mahasiswa Indonesia lebih banyak terkonsentrasi di Kairo. Jika dipresentasikan, mungkin sekitar 80% mahasiswa Indonesia berada di kairo, selebihnya lagi di cabang-cabang al-Azhar di muhafadzoh.

Dari segi kualitas pendidikan, kuliah di Kairo ataupun di daerah tidak banyak perbedaan, dua-duanya sama-sama di ajar oleh para Duktur (sebutan bagi Doktor yang menjadi dosen mata kuliah) yang mumpuni dibidangnya. Hanya saja dinamika organisasi pelajar Indonesia di Kairo lebih hidup, ada banyak organisasi PPMI, senat mahasiswa Indonesia, kekeluargaan, almamater, kajian, ormas dan bahkan komunitas hobi yang digerakkan oleh Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir) disini. Jadi bagi kalian yang senang berorganisasi tidak perlu khawatir, walaupun organisasi-organisasi disini hanya berskala kecil namun dinamika yang berkembang lumayan bisa mengasah jiwa kepemimpinan kita.

Namun ada catatan kecil, bahwa semangat belajar mahasiswa kairo terkadang masih lemah. Lingkungan yang terbentuk dan hambatan yang besar cukup membuat mahasiswa kita malas untuk berangkat kuliah. Maksud saya, ketika seorang mahasiswa berangkat kuliah maka ia harus siap untuk berjejalan di Bus 80 coret (jika ia tinggal di 10th District) atau 24 jim (Jika tinggal di 7th District) selama satu jam perjalanan, setelah itu ia mengikuti muhadharah (kuliah, yang melulu dengan metode ceramah dan penjelasan) dengan bahasa ‘ammiyyah (bahasa arab mesir yang lumayan cepat dan membingungkan untuk pemula), sepulang kuliah sekitar jam 16.00 ia harus kembali berjejalan di Bus dan pulang kerumah dengan kondisi yang lumayan capek. Sedangkan teman-temannya bisa jadi bersantai-santai di rumah, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain, karena memang kuliah di al-Azhar bukan menjadi sebuah kewajiban alias tidak diabsen. Kecuali mahasiswa yang mempunyai semangat belajar yang tinggi, sebagian besar mahasiswa kita kemudian “menyerah” dengan kondisi.

Tetapi jangan takut, jika hanya ingin sekedar lulus kita bisa mengejarnya dengan beberapa tips yang mungkin akan saya bocorkan. Hehe…. Di Kairo ini ada beberapa pilihan fakultas:

Fakultas Ushuluddin.
Fakultas ini adalah fakultas tertua di Universitas Al-Azhar, konon para ulama seperti DR. Yusuf al-Qardhawi, DR. Wahbah Zuhaily adalah alumnus fakultas ini. Sampai sekarang fakultas ini mungkin masih menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa Indonesia terbanyak. Mata kuliah pada fakultas ini tidak terlalu sulit, hanya saja dibutuhkan ketekunan, dan pemahaman terhadap mata kuliah dan kemampuan untuk menjelaskan. Penekanan studi pada fakultas ini lebih kepada pemahaman yang murni terhadap ajaran-ajaran islam dan memahami tantangan pemikiran keagaman, baik secara falsafah, mantiq ataupun dasar-dasar keislaman. Setelah naik tahun ketiga, pelajar diperkenankan untuk memilih salah satu diantara tiga jurusan:
1. Jurusan Ulum at-Tafsir.
Pada jurusan ini didalami segala hal yang berkaitan dengan tafsir, termasuk diantaranya sejarah dan tantangan modernisasi.
2. Jurusan Ulum al-Hadits.
Pada jurusan ini lebih diperdalam masalah-masalah yang berkaitan dengan hadits dan tantangannya saat ini. Para lulusannya juga diwajibkan untuk mampu melakukan takhrij hadits dari berbagai kitab-kitab hadits yang diakui.
3. Jurusan Aqidah Filsafat.
Jurusan inni tentunya mendalami permasalahan filsafat danmantiq, dibutuhkan pemahaman yang tajam dan penguasaan bahasa arab yang kokoh karena pelajaran yang diajarkan lumayan ngejelimet.
4. Jurusan Dakwah wa ats-Tsaqofah.
Jurusan ini lebih umum, dan diajarkan segala hal yang berkaitan dengan dakwah islam, juga dikenalkan pada budaya-budaya lain. Sebagian mahasiswa yang mengikuti jurusan ini merasa keberatan dengan jumlah mata kuliah yang banyak. Oleh karena itu, bagi kalian yang tidak mampu belajar lama sebaiknya berfikir ulang.
Sebagai catatan saja sudah ada beberapa mahasiswa Indonesia yang mendapatkan peringkat mumtaz (ecxelent) di Fakultas Ushuluddin bahkan terkadang nilai mereka lebih tinggi daripada nilai kawan-kawan dari Mesir.

Fakultas Syariah wal-Qanun.
Fakultas Syariah wal-Qanun termasuk fakultas yang di favoritkan oleh para mahasiswa Indonesia. Para mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Fakultas ini harus menentukan jurusan sejak awal memilih fakultas, yaitu:

1. Jurusan Syariah Islamiyyah.
Jurusan ini lebih terkonsentrasi pada pendalaman masalah-masalah fikih, bahkan sedari awal mahasiswa diperkenankan untuk memilih madzhab fikih yang akan ia pelajari (kebanyakan mahasiswa Indonesia memilih madzhab syafi’i). Kekuatan menghafal menjadi penting difakultas ini karena banyak dalil dan ketentuan yang mau tidak mau harus di hafal.
2. Jurusan Syariah wal-Qanun. 
Jurusan ini lebih terkonsentrasi pada hukum-hukum internasional dan hukum positif lainnya, dan lebih dekat ke hukum-hukum positif negara Mesir yang bersumber dari Prancis. Kuliah di jurusan ini cukup berat, dikarenakan tebalnya materi yang dipelajari, ditambah banyak kosakata arab kontemporer yang menuntut kita, belajar lebih giat. Sangat jarang mahasiwa jurusan ini yang menyelesaikan studi tepat 4 tahun.

Fakultas Lughah al-‘Arabiyyah.
Fakultas ini terbagi 3 Jurusan: Lughah al-‘Arabiyyah wa al-Adab, Tsaqofah wa al-Hadharah, dan Shahafah wa al-‘i lam, yang dimulai semenjak tahun pertama. Walaupun demikian, hampir seluruh mahasiswa Indonesia mengambil jurusan Lughah al-‘Arabiyyahwa al-Adab. Jangan dibayangkan anda akan mempelajari bahasa Arab secara mendasar disini, tetapi justru anda dituntut sudah memahami dasar-dasar bahasa Arab. Karena dijurusan ini kita akan dikenalkan dengan kebudayaan arab dan sastranya yang tinggi. Banyak teman-teman yang gagal di kuliah ini karena tidak sanggup untuk mengikuti pelajaran-pelajaran sastra arab yang menuntut keuletan dan hafalan yang kuat, juga penghayatan yang dalam. So… Jika memilih Fakultas ini pastikan anda siap untuk mengikuti segala konsekuensinya.

Fakultas Dirasat Islamiyyah wal-Arabiyyah.
Fakultas Dirasat Islamiyyah mungkin tidak terlalu favorit dikalangan mahasiswa Indonesia. Tetapi bagi anda yang ingin mendalami studi keislaman dan arab secara umum mungkin inilah jawabannya. Disini kita akan mendapatkan seluruh pelajaran yang diajarkan di Fakultas-fakultas lain seperti Syariah, Ushuluddin dan Lughah. Oleh karena itu matakuliah di faklutas ini bisa dikatakan yang terbanyak. Di Fakultas ini kita dituntut untuk selalu belajar dan tidak menumpuk materi sampai menjelang ujian, karena itu akan berdampak fatal. Kelebihan lain dari fakultas ini adalah jaraknya yang lumayan dekat dengan perkampungan Mahasiswa di 10th District, sekitar 15 menit dengan banyak pilihan kendaraan.

Fakultas Dakwah Islamiyyah.
Fakultas ini juga sama-sama mempunyai jarak yang dekat dengan pemukiman mahasiswa asing d 10th dan 7th District. Fakultas ini tergolong masih baru dan belum dikenal di kalangan Mahasiswa Indonesia. Namun mata kuliah yang diajarkan cukup menarik, selain diajarkan tentang skill para Juru Dakwah, juga dipelajari materi-materi mendasar dari dakwah seperti Dakwah Rasul, Aliran-aliran keagamaan, syariah dan ushul, hadits dan tafsir. Lebih menarik lagi, para dosen di fakultas ini adalah Dai-dai yang teersohor di Mesir. Tapi karena jumlah mahasiswa Indonesia masih sedikit, maka jika ingin meneruskan studi di sini anda harus bersiap-siap jadi single fighter.

3 thoughts on “Fakultas-Fakultas di Kairo”

Leave a Reply