AL-AZHAR

Semua ilmu Al-Azhar bisa dikelompokkan dalam 4 lingkaran:

1. Lingkaran الفَهْم والإِفْهام (Memahami dan memahamkan).
Lingkaran ini mencakup ilmu bahasa: Nahwu, Sharf, Ma’âni, Bayân, Badî’, Isytiqaq, Wadh’, Fiqh al-Lughoh, dll.
• Lingkaran ini bertujuan untuk membangun sarana/alat bagi pelajar agar memahami nash (dan lainnya), untuk mampu menyampaikan dan memahamkan.

2. Lingkaran التَّثَبُّت (autentikasi).
Lingkaran ini mencakup Ilmu Hadis, Jarh wa Ta’dîl, Siroh dan Târikh.
• Lingkaran ini bertujuan untuk autentikasi nash, dan agar pelajar terlatih untuk memperhatikan derajat validitas informasi yang ia dapat.

3. Lingkaran الحُجِّيَّة والتَّحلِيْل (otoritas dan analisa)
Lingkaran ini mencakup Ilmu Kalam, Ushûl Fiqh, Mantiq dan Adâb al-Bahs wa al-Munâzoroh.
• Lingkaran ini bertujuan untuk membangun pelajar yang mampu menata dalil dan menganalisa dengan cermat serta mendalam.

4. Lingkaran بِنَاءُ الإنْسَان (membangun manusia)
Lingkaran ini mencakup Ilmu Fikih dan Tasawuf.
• Lingkaran ini bertujuan untuk membangun manusia yang baik lahir batin.
__________

Tidak ada satupun ilmu (di lingkaran ilmu Al-Azhar) yang berorientasi pada ilmu tersebut.
Tapi, semua ilmu dipelajari untuk satu tujuan, yaitu: PAHAM. Pehamanan yang dimaksud adalah Memahami Nash (Wahyu).

Ya.. Semua ilmu yang dipelajari di Al-Azhar bisa di kelompokkan dalam 4 lingkaran yang semuanya berorientasi pada satu tujuan utama, yaitu memahami nash (Wahyu: Qur’an dan Sunnah).

Berikut Gambarannya:

( 🔴🔵⚫⚪ ) —» Pemahaman —» Wahyu

4 Lingkaran adalah pengelompokan semua ilmu Al-Azhar sesuai karakter, fungsi dan tujuan masing-masing. Dengan ini diketahui bahwa tidak ada satupun ilmu yang berorientasi pada ilmu itu sendiri . Namun semuanya berfungsi dan bersinergi untuk satu orientasi, yaitu memahami nash wahyu dengan benar dan mendalam.
Karena itu, barang siapa yang mengambil pemahaman dari Wahyu, tanpa mempelajari dan menggunakan 4 lingkaran ilmu, maka ia adalah penyusup yang mendobrak tanpa izin .

______________

10 sampai 15 tahun adalah waktu normal seorang pelajar yang fokus, giat belajar kepada guru, membaca dan mengkaji, berhasil terbentuk secara ilmiah.

Ada 12 ilmu utama di Al-Azhar, yang melalui 3 jenjang:
1. Mubtadi (awal)..
2. Mutawassith (menengah)..
3. Muntahi (atas).

Berarti, total ada 36 (12×3) majelis ilmu yang harus dilalui pelajar di Al-Azhar.
Semua ilmu ini -dan beberapa ilmu tambahan- merupakan pelajaran wajib, untuk mencetak ulama Azhari.

Biasanya (pada masa lalu), Masjid Al-Azhar menyediakan sekitar 10 pengajar ahli untuk setiap kitab yang diajarkan, sehingga ini dapat memberikan kebebasan bagi pelajar untuk memilih guru yang cocok, sesuai jenjang pendidikan dan bakat serta karakternya.

(10 x 36 = 360). Berarti minimal ada 360 majelis ilmu yang berada di Al-Azhar. Tahukah anda bahwa 360 juga adalah jumlah pilar-pilar (tiang) masjid Al-Azhar, yang biasanya setiap syaikh bersandar kepada pilar masjid ini saat mengajar, sambil dikelilingi oleh murid-muridnya)

……….

Dikutip dari penjelasan sayyidi syekh Dr. Usamah Al-Azhari, pada seminar ‘Bagaimana Menjadi Azhari’ , 23/08/2016

Sumber: Ruwaq Azhar