Egyptstudentinformation.com, Kairo – Jumat (20/9) Egypt Student Information (ESI) tutup Dauroh Intensif Mawarits yang telah terlaksana dalam sembilan pertemuan di Sekretariat ESI, Gamaleya, Darrasah. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 8 September 2019  hingga 20 September 2019, dan ditutup dengan satu kali ujian tulis sebagai tanda kelulusan peserta.

Penutupan ini dihadiri Zaenal Mustofa sebagai perwakilan CEO ESI, Ketua Bidang Pengajaran Divisi Talaqqi ESI Alfiraz Jamalullail, beserta pengajar Dauroh Mawarits yang didatangkan atas kerjasama ESI dengan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ORSAT Kairo, Syahrul Munawwir, Lc., dan Siti Aisyah.

Dalam sambutannya, Syahrul menyebutkan bahwa, “Perintah dalam mempelajari dan mengajarkan ilmu mawarits adalah fardhu kifayah, yang apabila telah mempelajarinya satu orang dalam satu daerah, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain untuk mempelajarinya. Maka dari itu, pelajari dan ajarkanlah ilmu Mawarits kepada umat Islam, karena ia akan dilupakan, dan ia adalah ilmu pertama yang akan diangkat dari umat nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.”

Dauroh ini berawal dari keinginan mahasiswa Indonesia di Mesir untuk meningkatkan pengetahuan terhadap ilmu yang sedikit demi sedikit terlupakan di kalangan masyarakat Indonesia, serta untuk membantu para mahasiswa membekali diri sebelum nantinya terjun ke dalam lingkungan masyarakat sendiri.

Pada akhir kegiatan, pembawa acara memanggil beberapa nama penerima penghargaan. Di antaranya penghargaan peserta terbaik yang diberikan kepada Munandar Lubis, Imam Nasruddin, Nurma Yunita dan Nurwahyuni. Serta penghargaan peserta dengan nilai ujian tertinggi, yaitu: Muhammad Soleh Fauzan, Ahmad Zaky Al-Amien, dan Devi Nur Azizah.

Alfiraz menyampaikan bahwa Daurah Mawarits ini hanyalah salah satu dari beberapa daurah program kerja Divisi Talaqqiy ESI yang akan diadakan setiap terminnya.

“Daurah Mawarits ini adalah salah satu rentetan acara atau program kerja bidang pengajaran. Rencananya, dalam satu termin, kami akan mengadakan tiga daurah dari tiga fan ilmu; ilmu mawarits, ilmu manthiq, dan (pembahasan kitab, red) Al-Ajurumiyah,” ungkap Alfiraz.

Reporter: Zahra Silma
Editor: Zaenal Mustofa