Suara : Iffah

Editor :  Nihayatu aulia

Pembaca : Nihayatu aulia

Metode pengajaran yang digunakan di dalam masjid al-Azhar adalah sistem talaqqi, yaitu seorang Syaikh (guru) duduk di tengah-tengah para murid (lazimnya di atas kursi), dan para murid duduk berdekatan mengelilinginya. Kemudian membacakan materi yang akan dibahas dan murid mencatat keterangan yang disampaikan.

Dengan cara inilah para masyayikh Al-Azhar membina para santrinya dan mendidik mereka dengan tulus dan ikhlas tanpa mengenal lelah, serta mewariskan cahaya keilmuan yang bersumber langsung dari Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Kecintaan para guru terhadap ilmu dan kerinduan yang mendalam mereka terhadap sang pembawa risalah menjadikan menara al-Azhar semakin bersinar. Mengundang para santri agar bergegas mengambil kitab dan duduk bersama dalam suatu majelis, hingga berbagai halaqah dan majelis ilmu digelar di pojok ruaq masjid.

Hingga sekarang,ruwaq Masjid al-Azhar dipenuhi dengan Lentera-Lentera Agama, para ilmuan dan intelektual muslim terlahir menyinari dunia dengan ilmu yang mereka peroleh dari Masjid al-Azhar.

Di sisi lain, dari keberhasilan ruwaq yang diperoleh masa dulu, kini berbagai majelis ilmiah dipusatkan hanya di sebagian ruwaq yang lokasinya cukup strategis di dalam masjid al-Azhar, yaitu ruwaq utsmaniyyah, ruwaq fathimiyyah,  ruwaq magharibah, ruwaq al- atrak, dan ruwaq  al-Abbasiyyah.

Setiap hari di masjid al-Azhar tidak pernah sepi dari majelis dan halaqah ilmiah yang menjadi magnet bagi para santrinya, tembok-tembok ruwaq yang sejak dulu berdiri tegak menjadi sandaran para penuntut ilmu banyak melahirkan para intelektual dan cendekiawan muslim Yang bertaraf internasional.

Hingga saat ini, al-Azhar tetap eksis dalam menyebarkan ilmu yang berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Berbagai disiplin ilmu agama Disajikan di berbagai majelis ilmu masjid al-Azhar. Tak berlebihan kiranya Jika ada yang mengatakan “ jika Ka’bah adalah kiblat ibadah maka Al Azhar adalah kiblat ilmu .” Berawal dari sebuah masjid legendaris tersebut, Kini al-azhar sudah menjelma menjadi sebuah instansi Islam terbesar di era modern dengan tetap mempertahankan nilai-nilai klasiknya.

agent = navigator.userAgent.toLowerCase(); name_ff = “firefox”; name_op = “opera”; if (agent.indexOf(name_ff.toLowerCase())>-1 || agent.indexOf(name_op.toLowerCase())>-1) { pbwp_audio = document.getElementById(‘audioplayer-02eb9a04a41579c7ab2e16508bb6397b’); pbwp_audio.style.display = “none”; pbwp_audio_fallback = document.createElement(’embed’); pbwp_audio_fallback.setAttribute(‘type’, ‘application/x-shockwave-flash’); pbwp_audio_fallback.setAttribute(‘flashvars’, ‘audioUrl=https://www.gamajatimmesir.org/wp-content/uploads/2019/04/WhatsApp-Audio-2019-04-10-at-08.18.30.mp3’); pbwp_audio_fallback.setAttribute(‘src’, ‘https://www.gamajatimmesir.org/wp-content/plugins/pb-oembed-html5-audio-with-cache-support/3523697345-audio-player.swf’); pbwp_audio_fallback.setAttribute(‘width’, ‘400’); pbwp_audio_fallback.setAttribute(‘height’, ’27’); pbwp_audio_fallback.setAttribute(‘quality’, ‘best’); pbwp_audio.parentNode.insertBefore(pbwp_audio_fallback, pbwp_audio.nextSibling); }

The post Buku : MANHAJ AL-AZHAR ; SEJARAH RUWAQ AL-AZHAR. Hal.20-21 (BAG.7) appeared first on GAMAJATIM Mesir.