Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan anak cucu Adam dan memberikannya hati, Rasulullah saw bersabda seraya mengajari kita:”sesungguhnya Allah ta’ala memiliki wadah di dalam penduduk bumi, dan wadah Tuhan kalian adalah hati hamba salehNya, dan yang paling Ia cintai adalah hati yang paling lunak dan lembut (HR. Thobroni).

Dan dengan hikmahnya, Allah tidak memberikan cahaya-Nya kepada hati manusia selagi masih berisi sifat tercela yang Ia terangkan dalam firman-Nya:”Dijadikan indah bagi manusia kecintaan kepada aneka syahwat, yaitu wanita-wanita, anak-anak lelaki, harta yang tidak berbilang lagi berlipat ganda dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.”

Allah ‘Azza wa Jalla telah memerintahkan kita untuk menghilangkan sifat-sifat tercela dari hati kita, dan membersihlannya agar selalu bergantung kepada Allah dan tidak bergantung dengan selain-Nya.

Sesungguhnya awal dari jalan menuju Allah adalah kesadaran, maka anda wajib bercepat-cepat dan sadar dari kelalaian dan paham hakikat dunia bahwasanya ia akan lenyap. Dan kamu juga wajib membetulkan perjalanan hatimu bersama Allah dan memulai dengan mengosongkan hatimu dari hal yang buruk agat bersiap untuk mengisinya dengan hal baik.
Tapi bukanlah makna dari mengeluarkan dunia dari hatimu dengan menghancurkannya dan bukan berarti pula kamu tidak bekerja didunia seperti apa yang Allah perintah dan Allah larang. Tetapi makna yang benar adalah ketika hatimu tidak bergantung dengan dunia dan dunia tidak lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya. Bukan juga berarti kamu meninggalkan dunia mentah-mentah.

Maka dari itu salah satu doa para Shalihin adalah:” Ya Allah jadikanlah dunia berada ditangan kami, dan janganlah engkau jadikan di hati kami.”
Maka kita harus menjadikan dunia di tangan kita dan mempergunakannya untuk Allah di jalan Allah, sekiranya dunia tidak menghambat kita untuk berjalan menuju Allah dan untuk melakukan atau meninggalkan pekerjaan karena Allah. Maka apabila dunia menghambat kita maka sesungguhnya kita termasuk orang-orang rugi.
Dan kita harus kembali muhasabah diri sehingga hati ini menjadi rumah Allah yang dimasuki para Malaikat dan cahaya Allah, dituruni rahmat dan berkah Allah, sehingga kita berjalan di kehidupan dunia dengan terberkahi dari Allah.

Maka lepaskanlah dirimu wahai manusia dari hawa nafsu, syahwat dan duniamu!. Bukan dengan meninggalkannya akan tetapi dengan tidak bergantung kepadanya. Dan itu adalah sesuatu yang besar yang membutuhkan langkah-langkah, dan membutuhkan Tarbiyah. Maka kamu harus mendidik nafsumu dan melatihnya. Hal yang bisa membantumu dalam Tarbiyah ini adalah dengan memperbanyak dzikrullah di setiap waktu, baik malam maupun siang, pagi dan petang.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Yusr -radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya seorang arab badui berkata kepada Rasulullah saw: ” sesungguhnya syariat-syariat Islam sangat banyak bagi saya, maka kabarkanlah kepadaku sesuatu yang aku bisa berpegang teguh kepadanya”. Rasulullah menjawab:
“Selalu basahilah lisanmu dengan berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla” (HR. Tirmidzi)

○ Maulana Syaikh Ali Jum’ah

Sumber: FB

Leave a Reply